Kenapa Desain Bagus di Layar Bisa Jelek di Kain?
Ini kesalahan paling umum saat bikin kaos custom pertama kali. Warna monitor itu pakai sistem RGB (cahaya), sedangkan sablon pakai sistem CMYK (tinta). Kalau file tidak dikonversi, warna yang keluar bisa jauh dari ekspektasi β merah bisa jadi oranye, biru tua bisa jadi ungu.
Format File yang Benar
Untuk hasil sablon terbaik, gunakan:
- AI atau EPS (Adobe Illustrator) β paling ideal karena vector, bisa diperbesar tanpa pecah
- PDF vector β alternatif bagus jika tidak punya Illustrator
- PNG dengan resolusi β₯300 DPI β kalau terpaksa pakai raster, ini minimum
Hindari JPG untuk desain dengan teks atau garis tegas β kompresi JPG akan bikin tepi desain jadi blur.
Ukuran Desain di Kaos
Ukuran print standar untuk kaos dewasa:
- Dada depan: maksimal 30 Γ 35 cm
- Punggung: maksimal 35 Γ 40 cm
- Dada kiri (logo kecil): sekitar 8 Γ 8 cm
Desain yang terlalu kecil akan kehilangan detail. Yang terlalu besar terlihat berlebihan. Diskusikan proporsi ini dengan vendor sablon sebelum finalisasi.
Tips Warna agar Tidak Kecewa
- Minta color proof β vendor profesional biasanya bisa cetak satu lembar test sebelum produksi massal
- Pilih warna Pantone jika warna brand sangat kritis (misalnya logo perusahaan)
- Perhatikan warna dasar kain β desain putih di kaos hitam butuh teknik sablon berbeda dan biasanya lebih mahal
- Kurangi jumlah warna β sablon screen printing dihitung per warna; makin banyak warna, makin mahal
Checklist Sebelum Kirim File ke Vendor
- β Format file sudah vector atau PNG β₯300 DPI
- β Mode warna sudah CMYK (bukan RGB)
- β Semua font sudah di-outline (bukan live text)
- β Ukuran desain sudah sesuai area print
- β Background transparan (untuk PNG)
Dengan persiapan yang benar, hasil kaos custommu akan presisi sesuai ekspektasi β tanpa revisi berulang dan tanpa biaya tambahan.